Pertemuan kedua mata kuliah Sanitasi dan Toksikologi Lingkungan mempelajari tentang kondisi sanitasi di tempat-tempat umum seperti terminal bis, stasiun kereta dan sekolah. Materi dijelaskan oleh semua kelompok dengan studi kasusnya masing-masing. Berdasarkan pemaparan materi, didapatkan pengertian bahwa sanitasi adalah upaya yang dilakukan manusia untuk menjamin kondisi lingkungan agar sesuai dengan syarat-syarat kesehatan. Beberapa syarat kesehatan suatu bangunan/tempat diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan dan Keputusan Menteri Kesehatan RI. Hampir semua tempat umum yang dibahas oleh masing-masing kelompok memiliki sanitasi dengan nilai baik dan nilai buruk.
Kamis, 22 Agustus 2019
Review Sanitasi dan Toksikologi Lingkungan Pertemuan 1
Pertemuan pertama mata kuliah Sanitasi dan Toksikologi Lingkungan mempelajari tentang definisi dan ruang lingkup sanitasi dan toksikologi lingkungan. Materi tersebut dijelaskan oleh kelompok 1 sebagai penyaji. Berdasarkan pemaparan kelompok penyaji, definisi sanitasi adalah upaya manusia untuk mewujudkan dan menjamin kondisi lingkungan yang memenuhi syarat dan standar kesehatan tertentu, sedangkan definisi toksikologi adalah ilmu yang mempelajari berbagai senyawa kimia yang dapat mengakibatkan bahaya jika masuk ke dalam tubuh makhluk hidup. Ruang lingkup sanitasi antara lain adalah penyediaan air bersih, pengolahan sampah, pengolahan makanan dan minuman, pengawasan dan pengendalian serangga dan binatang pengerat, juga kesehatan dan keselamatan kerja.
Rabu, 06 Maret 2019
Sampling Hewan Tanah (Praktikum Ekologi Hewan)
Keberadaan fauna dalam tanah dapat dijadikan parameter dari kualitas tanah (Ibrahim 2004 dalam Nurrohman E, dkk 2015). Fauna yang paling banyak ditemui selama praktikum adalah cacing tanah. Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan nilai kepadatan cacing tanah pada petak luasan 30x30 cm adalah 0,96 dengan kepadatan relatif sebesar 96%, sedangkan pada petak luasan 60x60 cm, nilai kepadatan dan kepadatan relatif cacing tanah berturut-turut adalah 0,97 dan 97%. pada kedua petak, konstansi cacing adalah assesori, karena besarnya 50%.
Daftar Pustaka
Nurrohman E, A Rahardjanto, S Wahyuni. 2015. Keanekaragaman makrofauna tanah di kawasan perkebunan coklat sebagai bioindikator kesuburan tanah dan sumber belajar biologi. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia vol 1(2): 197-208.
Aktivitas Bekicot (Praktikum Ekologi Hewan)

Bekicot termasuk hewan nokturnal atau hewan yang cenderung aktif pada malam hari. Kegiatan praktikum membandingkan aktivitas bekicot. Bekicot 1A dan 1B dengan perlakuan siang aktif bergerak, sedangkan bekicot 1A dan 1B malam cenderung aktif untuk makan. Hasil tersebut tidak sesuai dengan pernyataan Pitojo S (2006), yang menyatakan bahwa pada kondisi siang hari, bekicot cenderung aktif dan berkopulasi. Pada kondisi malam hari, bekicot cenderung aktif bergerak dan mencari makan. Bekicot 1A malam aktif makan dengan total perpindahan 17 cm dalam waktu 30 menit, sedangkan bekicot 1B malam bergerak dengan total perpindahan 8 cm dalam waktu 30 menit. Bekicot dengan perlakuan siang lebih aktif bergerak dengan jarak 4 cm dan 7.5 cm dalam waktu 30 menit.
Daftar Pustaka
Pitojo S 2006. Talesom, Sayuran Berkhasiat Obat. Yogyakarta(ID): Kanisius.
Langganan:
Komentar (Atom)